Mikel Arteta menemukan cara baru memaksimalkan kemampuan Declan Rice, menjadikan gelandang Inggris tersebut bukan sekadar pelindung pertahanan, melainkan salah satu sumber kreativitas Arsenal. Perubahan peran itu mulai menghasilkan dampak besar ketika The Gunners memimpin klasemen Liga Inggris musim 2026-2027.
Declan Rice Arsenal kini tampil lebih agresif dengan mencatatkan lima assist dalam sembilan pertandingan Liga Inggris, seluruhnya lahir dari permainan terbuka. Catatan tersebut menempatkannya sebagai pemberi assist terbanyak sementara di kompetisi, sekaligus memperlihatkan perkembangan signifikan dari perannya sebagai gelandang bertahan.
Transformasi tersebut terlihat jelas ketika Arsenal mengalahkan Liverpool 1-0 di Anfield, Minggu (1/11/2026), melalui gol Kai Havertz pada menit ke-16. Rice menjadi arsitek kemenangan setelah memberikan umpan matang kepada Havertz, sekaligus membantu mengakhiri penantian 14 tahun Arsenal untuk menang di Anfield dalam Liga Inggris.
Kemenangan itu membawa Arsenal mengoleksi 24 poin dari sembilan pertandingan dan unggul tiga angka atas Manchester City di posisi kedua klasemen. Lebih penting lagi, keberhasilan tersebut memperlihatkan bagaimana perubahan peran Rice membantu Arsenal menjadi lebih fleksibel ketika menyerang maupun mempertahankan keunggulan.
Dilansir BBC Sport, Arteta memberikan tantangan baru kepada Rice sejak awal musim setelah menilai potensinya belum sepenuhnya tergali. Sang pelatih bahkan mengubah pandangannya terhadap gelandang berusia 27 tahun tersebut, yang sebelumnya mendapat julukan khusus sebagai mercusuar permainan Arsenal.
Declan Rice Arsenal Tak Lagi Sekadar Gelandang Bertahan
Selama beberapa musim terakhir, Rice dikenal sebagai pemain yang memiliki kemampuan membaca permainan, memutus serangan, dan melindungi lini belakang Arsenal. Namun, Arteta melihat kualitas lain yang dapat dikembangkan, terutama dalam menciptakan peluang serta meningkatkan keterlibatan langsung pada proses terciptanya gol.
Pada awal musim, Arteta berbicara secara khusus dengan Rice mengenai tuntutan baru yang harus dipenuhi untuk membantu Arsenal mempertahankan performa terbaiknya. Ia menyampaikan bahwa Rice tidak lagi cukup hanya menjadi mercusuar tim, sebutan yang sebelumnya diberikan untuk menggambarkan peran pentingnya menjaga keseimbangan permainan.
Arteta belum mengungkap julukan baru yang disiapkannya untuk Rice dan berencana menjelaskannya ketika musim kompetisi berakhir. Namun, perubahan tersebut sudah terlihat melalui posisi bermain yang semakin dinamis dan keberanian sang gelandang memasuki wilayah pertahanan lawan.
Rice mengakui pembicaraan dengan Arteta membuatnya semakin memahami aspek permainan yang harus dikembangkan, terutama mengenai kontribusi dalam fase menyerang. Ia berusaha meningkatkan kemampuan menciptakan peluang tanpa mengabaikan tanggung jawab mempertahankan keseimbangan permainan ketika Arsenal kehilangan penguasaan bola.
Menurut Rice, posisi yang dijalaninya sekarang merupakan peran paling sesuai dengan karakter permainan yang dimiliki setelah beberapa musim mencoba berbagai posisi. Ia dapat bertindak sebagai gelandang nomor enam, nomor delapan, maupun pemain yang menghubungkan lini tengah dengan serangan.
“Musim ini saya benar-benar berusaha meningkatkan kontribusi menyerang, menciptakan assist, peluang, dan momen penting,” ujar Rice setelah kemenangan menghadapi Liverpool.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Rice tidak lagi memandang tugas utamanya sebatas memenangkan duel atau menguasai wilayah tengah lapangan. Ia mulai menempatkan kreativitas dan keberanian mengambil keputusan menyerang sebagai bagian penting dari tanggung jawabnya dalam sistem permainan Arsenal.
Perubahan tersebut juga tercermin dari produktivitasnya sejak bergabung dengan Arsenal pada 2023, ketika kontribusinya terus meningkat dalam berbagai kompetisi. Rice kini terlibat langsung dalam 55 gol melalui kombinasi gol dan assist, jumlah yang cukup tinggi untuk pemain dengan tanggung jawab besar di lini tengah.
Catatan tersebut menarik karena kekuatan utama Rice selama ini lebih sering dikaitkan dengan stamina, kemampuan merebut bola, dan kedisiplinan bertahan. Namun, perkembangan kontribusi menyerangnya memperlihatkan bahwa Arsenal memiliki gelandang dengan kemampuan jauh lebih luas dibandingkan gambaran tradisional seorang pemain bertahan.
Kedatangan Bruno Guimaraes Mengubah Permainan Arsenal
Salah satu faktor penting di balik perubahan peran Declan Rice Arsenal adalah kedatangan Bruno Guimarães yang memberikan pilihan tambahan bagi Arteta. Kehadiran gelandang Brasil tersebut memungkinkan Rice bergerak lebih bebas tanpa harus terus berada di depan barisan pertahanan.
Ketika Guimarães mengambil tanggung jawab menjaga area tengah, Rice dapat bergerak menuju ruang antarlini maupun membantu serangan dari sisi lapangan. Perubahan ini membuat Arsenal memiliki variasi pergerakan lebih luas, sekaligus menyulitkan lawan menentukan pemain yang harus mendapatkan pengawalan khusus.
Arteta juga memanfaatkan kemampuan Myles Lewis-Skelly untuk memberikan fleksibilitas tambahan melalui pergerakan dari sektor tengah maupun pertahanan. Kombinasi tersebut membantu Arsenal mempertahankan struktur permainan ketika Rice meninggalkan posisi awalnya untuk ikut membangun serangan.
Secara taktis, perubahan ini memberikan keuntungan karena lawan tidak dapat memperkirakan posisi Rice hanya berdasarkan susunan pemain sebelum pertandingan. Ia dapat memulai serangan dari wilayah sendiri, kemudian bergerak lebih tinggi ketika Arsenal menemukan ruang di belakang lini tengah lawan.
Kemampuan melakukan pergerakan tersebut menjadi semakin penting ketika menghadapi tim yang menerapkan pressing agresif dan berusaha membatasi jalur distribusi bola. Rice memiliki kemampuan membawa bola melewati tekanan sekaligus mengambil keputusan cepat untuk memindahkan arah serangan menuju wilayah yang lebih menguntungkan.
Kehadiran Guimarães juga mengurangi kebutuhan Rice untuk selalu menjadi pemain pertama yang menerima bola dari lini pertahanan Arsenal. Dengan pembagian tanggung jawab lebih merata, Arteta dapat memaksimalkan kemampuannya dalam membangun serangan tanpa mengorbankan perlindungan terhadap barisan belakang.
Namun, fleksibilitas tersebut tetap membutuhkan koordinasi karena pergerakan gelandang menuju wilayah menyerang dapat membuka ruang ketika tim kehilangan bola. Arsenal harus memastikan pemain lain siap menutup area yang ditinggalkan agar serangan balik lawan tidak langsung mengancam pertahanan.
Dalam pertandingan menghadapi Liverpool, pola tersebut berjalan efektif ketika Rice melakukan pergerakan melebar untuk mendukung serangan dari sisi kanan. Pergerakan tersebut menjadi bagian penting dari proses terciptanya gol tunggal Arsenal yang memastikan kemenangan berharga di Anfield.
Liverpool Jadi Bukti Transformasi Declan Rice Arsenal
Gol kemenangan Arsenal berawal ketika Liverpool kehilangan penguasaan bola saat mencoba membangun serangan dari lini belakang pada menit ke-16. Rice kemudian bergerak melewati Noni Madueke di sisi kanan sebelum mengirimkan umpan mendatar menuju Kai Havertz yang berdiri bebas di tiang jauh.
Havertz menyelesaikan peluang tersebut dari jarak dekat dan membawa Arsenal unggul 1-0, sekaligus mencetak gol pertamanya setelah sembilan pertandingan tanpa gol. Keberhasilan itu menunjukkan bagaimana pergerakan Rice dapat menciptakan peluang berkualitas meskipun dirinya tidak beroperasi sebagai gelandang serang utama.
Bagi Liverpool, gol tersebut memperlihatkan risiko ketika upaya membangun permainan dari belakang tidak didukung pengamanan ruang yang memadai. Arsenal memanfaatkan kesalahan distribusi bola dengan cepat, sementara Rice menunjukkan ketepatan membaca situasi sebelum melepaskan umpan penentu.
Kontribusi Rice tidak berhenti pada assist karena ia juga aktif membantu pertahanan dan menjaga keseimbangan permainan sepanjang pertandingan berlangsung. Ketika Liverpool meningkatkan tekanan, gelandang Inggris tersebut tetap terlibat dalam perebutan bola serta membantu Arsenal mempertahankan keunggulan tipis.
Kai Havertz bahkan memberikan pujian khusus setelah pertandingan dengan menyebut sebagian besar keberhasilan golnya berasal dari kontribusi Rice. Penyerang Jerman tersebut menilai kualitas umpan dan energi rekannya menjadi faktor penting yang membuat peluang tersebut dapat diselesaikan dengan mudah.
Havertz menyebut sekitar 90 persen keberhasilan gol kemenangan tersebut merupakan hasil kerja Rice, sebuah pujian yang memperlihatkan pentingnya kontribusi sang gelandang. Penilaian tersebut juga menunjukkan bahwa pemain Arsenal memahami bagaimana perubahan taktik Arteta memberikan pengaruh langsung terhadap efektivitas serangan.
Berdasarkan laporan pertandingan resmi Liverpool, tuan rumah sebenarnya memiliki beberapa peluang melalui Florian Wirtz, Alexis Mac Allister, serta Alexander Isak. Namun, ketidakmampuan memaksimalkan kesempatan membuat Liverpool gagal menyamakan kedudukan hingga pertandingan berakhir.
Arsenal justru memperlihatkan kedewasaan permainan dengan mempertahankan organisasi pertahanan meskipun Liverpool terus berusaha meningkatkan intensitas serangan. Hasil tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa fleksibilitas Rice tidak membuat tim kehilangan kemampuan bertahan ketika menghadapi tekanan besar.
Jamie Carragher Sebut Rice Salah Satu Gelandang Terbaik Arsenal
Performa Declan Rice Arsenal sepanjang awal musim juga mendapat pengakuan dari mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, yang menilai kualitasnya sudah mencapai tingkat dunia. Carragher bahkan menempatkan Rice dalam kelompok gelandang terbaik yang pernah dimiliki Arsenal sepanjang sejarah klub.
Penilaian tersebut memiliki bobot tersendiri karena Arsenal pernah diperkuat sejumlah gelandang legendaris, termasuk Patrick Vieira, Cesc Fàbregas, dan Gilberto Silva. Meski memiliki karakter berbeda, Rice mulai memperlihatkan kombinasi kemampuan bertahan, membangun serangan, dan menciptakan peluang dalam satu peran.
“Dia merupakan salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Arsenal,” kata Carragher setelah menyaksikan penampilan dominan Rice menghadapi Liverpool.
Carragher bahkan menyebut Rice sebagai gelandang terbaik di Liga Inggris saat ini dan menganggap kualitasnya sulit diperdebatkan berdasarkan performa terkini. Pujian tersebut memperlihatkan perubahan persepsi terhadap Rice yang sebelumnya lebih banyak dinilai melalui kekuatan fisik dan kontribusi defensif.
Namun, membandingkan Rice dengan para legenda Arsenal tetap membutuhkan pertimbangan mengenai perjalanan karier, prestasi, serta kontribusi dalam pertandingan besar. Produktivitas awal musim merupakan indikator penting, tetapi konsistensi sepanjang beberapa tahun tetap diperlukan sebelum posisinya dalam sejarah klub dapat ditentukan.
Rice sendiri masih memiliki kesempatan memperkuat reputasinya apabila mampu mempertahankan performa dan membantu Arsenal meraih lebih banyak gelar. Kemampuannya tampil pada beberapa posisi memberikan keuntungan tambahan karena Arteta dapat menyesuaikan pendekatan permainan terhadap karakter lawan.
Arteta Harus Menjaga Kebugaran Declan Rice
Di balik peningkatan performanya, kondisi fisik Rice menjadi perhatian setelah menjalani jadwal pertandingan yang sangat padat sepanjang musim sebelumnya. Gelandang Inggris tersebut memainkan 55 pertandingan bersama Arsenal sebelum kembali menghadapi tuntutan besar ketika memperkuat tim nasional pada Piala Dunia 2026.
Perjalanan Inggris hingga semifinal Piala Dunia menambah beban fisik setelah Rice menjalani musim panjang bersama klub tanpa banyak waktu pemulihan. Ia juga sempat mengalami gangguan saraf pada area hamstring yang membuat pengelolaan kebugaran menjadi semakin penting menjelang kompetisi berikutnya.
Situasi tersebut membuat Arteta harus mengatur menit bermain secara lebih cermat agar performa Rice tetap terjaga sepanjang musim. Kehadiran Guimarães memberikan pilihan rotasi tambahan, terutama dalam pertandingan Piala Liga Inggris ketika Arsenal dapat menggunakan kombinasi pemain berbeda.
Rice juga mendapatkan kesempatan beristirahat pada jeda internasional terakhir setelah tidak dimainkan oleh tim nasional Inggris dalam periode tersebut. Waktu pemulihan itu menjadi bagian penting dari upaya menjaga kondisi pemain yang memiliki beban kerja tinggi di level klub maupun internasional.
Meski mendapatkan kesempatan beristirahat dalam beberapa pertandingan, Rice tetap menjadi starter dalam seluruh laga Liga Inggris dan Liga Champions Arsenal sejauh musim ini. Catatan tersebut memperlihatkan tingkat kepercayaan Arteta terhadap perannya yang semakin sulit digantikan dalam pertandingan penting.
Ketergantungan tersebut sekaligus menghadirkan tantangan karena Arsenal membutuhkan kontribusi Rice dalam membangun serangan, menjaga keseimbangan, dan mengatur tempo permainan. Jika pemain tersebut mengalami penurunan kondisi fisik, Arteta harus memastikan tim tetap mampu mempertahankan efektivitas melalui pilihan gelandang lainnya.
Manajemen kebugaran menjadi semakin penting karena Arsenal sedang bersaing pada berbagai kompetisi yang menuntut konsistensi performa selama berbulan-bulan. Kesalahan dalam mengatur beban pertandingan berpotensi mengurangi kontribusi pemain pada periode menentukan ketika persaingan gelar memasuki tahap akhir.
Arsenal Siapkan Kontrak Baru, Rice Jadi Fondasi Masa Depan
Performa impresif Rice membuat masa depannya bersama Arsenal menjadi salah satu agenda penting manajemen klub di tengah persaingan Liga Inggris. Pembicaraan mengenai kontrak baru telah berlangsung, sementara Arteta menyatakan bahwa pemain tersebut memiliki keinginan melanjutkan karier bersama The Gunners dalam jangka panjang.
Arteta mengungkapkan bahwa proses pembicaraan membutuhkan waktu, tetapi dirinya optimistis kesepakatan dapat dicapai karena kedua pihak memiliki keinginan yang sama. Keberhasilan mempertahankan Rice akan memberikan Arsenal kepastian mengenai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sistem permainan mereka.
Rice bukan hanya berperan sebagai gelandang yang mampu menjalankan berbagai tugas, melainkan juga menjadi penghubung penting antara pertahanan dan serangan. Karakter tersebut sangat berharga dalam permainan Arteta yang membutuhkan organisasi posisi, tekanan tanpa bola, dan distribusi cepat ketika merebut penguasaan.
Dalam persaingan gelar Liga Inggris, kemampuan Rice memberikan kontribusi menyerang juga dapat menjadi pembeda ketika Arsenal menghadapi pertahanan yang sulit ditembus. Kreativitas dari lini tengah memperluas sumber peluang sehingga tim tidak harus selalu mengandalkan pemain sayap maupun penyerang utama.
Namun, keberhasilan mempertahankan produktivitas tersebut tetap membutuhkan dukungan kolektif agar pergerakan Rice tidak mudah diantisipasi lawan sepanjang musim berjalan. Arsenal perlu terus mengembangkan variasi serangan melalui Guimarães, Martin Ødegaard, dan pemain lain yang memiliki kemampuan menciptakan peluang.
Transformasi Rice juga menggambarkan keberhasilan Arteta mengembangkan kualitas individu melalui penyesuaian tugas, bukan sekadar mengandalkan perekrutan pemain baru. Kemampuan membaca potensi tersembunyi dalam skuad menjadi faktor penting bagi pelatih yang berusaha mempertahankan daya saing di tengah persaingan ketat.
Kemenangan menghadapi Liverpool memperlihatkan bagaimana peran baru Rice dapat membantu Arsenal memenangkan pertandingan yang sebelumnya sering menjadi ujian sulit. Namun, satu kemenangan besar belum cukup menentukan arah perebutan gelar karena perjalanan musim masih menyisakan banyak pertandingan.
Bagi Rice, tantangan berikutnya adalah menjaga produktivitas tanpa mengurangi kualitas pertahanan yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utamanya. Jika mampu mempertahankan keseimbangan tersebut, ia berpeluang berkembang menjadi salah satu gelandang paling lengkap dalam sepak bola Eropa.
Sementara bagi Arteta, keberhasilan memaksimalkan Rice memperlihatkan bahwa perkembangan Arsenal tidak hanya bergantung pada tambahan pemain berkualitas dalam bursa transfer. Perubahan peran, pembagian tanggung jawab, serta pengelolaan kebugaran dapat memberikan pengaruh besar terhadap kekuatan tim secara keseluruhan.
Declan Rice Arsenal kini menjadi salah satu simbol perubahan permainan The Gunners yang semakin matang, fleksibel, dan mampu menghasilkan peluang dari berbagai posisi. Apabila kontribusinya terus meningkat, transformasi tersebut dapat menjadi salah satu faktor penting dalam upaya Arsenal mempertahankan gelar Liga Inggris.


