Close Menu
Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
    •  Piala Dunia 2026
Bonanza88
  • MASUK
  • Casino
  • Bola Tangkas
  • Slot
  • Togel
    • Keluaran Togel Hari Ini
  • Olahraga
    •  Piala Dunia 2026
Bonanza88
Home - Olahraga - Datang sebagai Bintang Liverpool, Trent Alexander-Arnold Kini Mulai Tersisih di Real Madrid

Datang sebagai Bintang Liverpool, Trent Alexander-Arnold Kini Mulai Tersisih di Real Madrid

  • September 14, 2026

Trent Alexander-Arnold tiba di Real Madrid dengan reputasi sebagai salah satu bek kanan paling kreatif dalam sepak bola modern, tetapi perjalanan pemain Inggris tersebut di Santiago Bernabeu kini memasuki fase yang jauh dari gambaran ideal. Persaingan, perubahan pelatih, cedera, dan persoalan posisi membuat statusnya semakin rumit.

Situasinya terlihat semakin kontras pada awal musim 2026/27 ketika Trent Alexander-Arnold hanya sekali menjadi starter dalam lima pertandingan pertama Real Madrid di La Liga. Denzel Dumfries yang direkrut pada musim panas justru semakin sering mendapatkan kepercayaan Jose Mourinho untuk mengisi posisi bek kanan.

Catatan FBref memperlihatkan Trent telah tampil tiga kali di La Liga musim ini dengan total 128 menit, mencatat satu assist dan hanya sekali masuk starting eleven. Satu-satunya kesempatan bermain sejak awal datang saat Real Madrid menghancurkan Malaga dengan skor 4-0.

Kondisi tersebut menarik karena Real Madrid merekrut seorang pemain yang selama bertahun-tahun menjadi pusat kreativitas Liverpool, bukan sekadar bek kanan konvensional. Kini kualitas distribusi bola yang dahulu menjadikannya begitu spesial justru belum menemukan ruang ideal dalam struktur permainan baru Madrid.

Trent Alexander-Arnold dan Persoalan Posisi di Real Madrid

Persoalan terbesar Trent Alexander-Arnold sebenarnya bukan kehilangan kemampuan mengirim umpan atau membaca permainan, melainkan menemukan posisi yang memungkinkan kualitas itu bekerja tanpa merusak keseimbangan tim. Real Madrid mempunyai tuntutan berbeda dibanding Liverpool ketika pemain berusia 27 tahun tersebut mencapai performa terbaik.

Di Liverpool, Trent Alexander-Arnold berkembang menjadi playmaker yang memulai serangan dari wilayah kanan dan memperoleh kebebasan besar untuk bergerak ke tengah ketika tim menguasai bola. Sistem tersebut memberikan ruang kepada Trent untuk melihat lapangan dan mendistribusikan bola dari posisi yang menguntungkan.

Angka menunjukkan betapa luar biasanya produksi sang pemain selama berkarier di Inggris karena ia membukukan 64 assist Premier League, terbanyak sepanjang sejarah kompetisi untuk seorang pemain bertahan. Ia juga menciptakan 514 peluang dan memainkan 2.602 umpan menuju kotak penalti sejak menjalani debut liga.

Liverpool bahkan mencatat Trent Alexander-Arnold mengakhiri sembilan musim bersama tim utama dengan 354 pertandingan, 23 gol, 86 assist, dan delapan trofi utama. Jurgen Klopp membangun struktur yang memungkinkan kemampuan passing dan crossing sang pemain menjadi salah satu sumber serangan utama tim.

Itulah sebabnya kesulitan di Real Madrid tidak cukup dijelaskan dengan menyebut Trent Alexander-Arnold sedang kehilangan performa karena lingkungan taktikalnya telah berubah secara signifikan. Madrid tidak selalu membutuhkan bek kanan yang mendapatkan kebebasan menjadi pengatur permainan kedua seperti yang ia nikmati di Liverpool.

Jose Mourinho dikenal memberikan perhatian besar terhadap keseimbangan ketika kehilangan bola, terutama kepada pemain yang menempati sektor pertahanan dan area tengah. Dalam konteks tersebut, kemampuan menyerang seorang full-back harus berjalan beriringan dengan disiplin posisi, duel, transisi negatif, dan perlindungan terhadap ruang di belakangnya.

Denzel Dumfries menawarkan profil yang berbeda karena pemain internasional Belanda tersebut mempunyai kekuatan fisik, agresivitas, pengalaman sebagai wing-back, dan kemampuan menyerang ruang tanpa terlalu lama menguasai bola. Real Madrid mengontrak Dumfries dari Inter Milan sampai 30 Juni 2030 setelah transfernya diumumkan pada 5 Juli 2026.

Kehadiran Dumfries membuat Trent Alexander-Arnold kehilangan keuntungan yang sebelumnya diperkirakan akan muncul setelah berakhirnya era Dani Carvajal di sektor tersebut. Alih-alih memperoleh jalur lebih mudah menuju starting eleven, Trent kini harus menghadapi kompetitor yang karakter permainannya mungkin lebih sesuai dengan preferensi Mourinho.

Trent Alexander-Arnold Dicoba di Tengah, tetapi Eksperimen Tidak Berjalan Mulus

Kesempatan baru sebenarnya muncul ketika Real Madrid menghadapi Inter Milan pada pertandingan pembuka Liga Champions karena sejumlah pemain tengah tidak tersedia. Eduardo Camavinga, Arda Guler, dan Bernardo Silva tidak dapat dimainkan sehingga Mourinho membutuhkan solusi darurat untuk menopang Federico Valverde di lini tengah.

Trent Alexander-Arnold akhirnya ditempatkan sebagai gelandang bertahan dan bermain sekitar 78 menit dalam kemenangan Real Madrid 2-1 di Santiago Bernabeu. Percobaan tersebut terdengar logis karena pemain Inggris itu memang pernah bergerak ke tengah ketika Liverpool menguasai bola maupun saat membela tim nasional.

Masalahnya, bermain sebagai gelandang sejak awal tidak sama dengan memasuki lini tengah dari posisi bek kanan ketika tim sedang membangun serangan. Trent harus menerima bola dengan tekanan datang dari berbagai arah, sementara ruang dan waktu untuk menentukan umpan menjadi jauh lebih sempit.

Catatan pertandingan menunjukkan Trent Alexander-Arnold melepaskan empat umpan silang dan satu tembakan, tetapi tidak menghasilkan gol ataupun assist ketika menghadapi mantan klub Dumfries tersebut. Eksperimen itu kemudian semakin disorot setelah sebagian penonton Bernabeu menyuarakan ketidakpuasan ketika Trent meninggalkan lapangan.

Dilansir talkSPORT, pakar sepak bola Eropa Andy Brassell menilai keadaan tersebut tidak sepenuhnya adil karena Trent dipindahkan ke posisi sulit ketika Madrid sedang kehilangan sejumlah pemain tengah. Brassell bahkan mengaku merasa kasihan karena sang pemain ditempatkan dalam kondisi yang sebenarnya tidak ideal.

Mourinho sendiri memberikan penilaian yang memperjelas pandangannya mengenai posisi terbaik Trent Alexander-Arnold setelah pertandingan tersebut. Pelatih asal Portugal itu mengatakan, “Dia pernah bermain di lini tengah bersama Inggris dan Liverpool, tetapi dia bukan seorang gelandang.”

Komentar itu penting karena mempersempit kemungkinan Trent mendapatkan jalan alternatif menuju starting eleven melalui sektor tengah ketika Dumfries terus memperoleh kepercayaan di sisi kanan. Mourinho memang memuji pemahaman taktik dan usaha Trent, tetapi tetap melihat karakter fisiknya lebih cocok digunakan sebagai full-back.

Masalah berikutnya adalah posisi bek kanan sendiri kini tidak menjamin menit bermain reguler untuk Trent Alexander-Arnold karena Dumfries menawarkan kualitas berbeda yang dibutuhkan pelatih. Dengan demikian, sang pemain berada dalam situasi paradoks karena jalur menuju lini tengah tertutup sementara posisi aslinya mempunyai kompetisi semakin berat.

Mengapa Kualitas Elite Trent Alexander-Arnold Belum Maksimal?

Perbedaan cara mendapatkan bola menjadi salah satu kunci memahami mengapa kemampuan Trent Alexander-Arnold terlihat kurang dominan di Real Madrid dibanding ketika membela Liverpool. Di Anfield, ia sering menerima bola dengan permainan berada di depannya sehingga dapat mengukur ruang sebelum melepaskan distribusi panjang.

Sebagai gelandang murni, Trent harus terus memindai area di belakang bahu, menerima bola sambil ditekan, berputar dalam ruang sempit, kemudian mengambil keputusan sebelum lawan menutup jalur umpan. Tuntutan tersebut berbeda dengan peran inverted full-back yang membuatnya terkenal bersama Liverpool.

Mourinho bahkan menyinggung perbedaan tersebut setelah pertandingan kontra Inter dengan menjelaskan bahwa bermain ketika seluruh lapangan berada di depan berbeda dengan menerima bola dengan separuh lapangan berada di belakang. Penjelasan itu menunjukkan problem Trent lebih bersifat struktural daripada sekadar persoalan kualitas teknik.

Kualitas passing Trent Alexander-Arnold tetap sulit diperdebatkan karena selama sembilan musim Premier League hanya sejumlah kecil gelandang dan penyerang elite yang menghasilkan lebih banyak assist. Namun Madrid harus membangun mekanisme tertentu apabila ingin mengoptimalkan kelebihan tersebut tanpa membuka kelemahan saat transisi bertahan.

Skenario paling masuk akal adalah menggunakan Trent sebagai bek kanan yang bergerak ke tengah ketika Real Madrid menguasai bola, bukan menjadikannya gelandang tetap sepanjang pertandingan. Struktur seperti itu memungkinkan sang pemain memperoleh sudut passing favorit sekaligus mengurangi kewajiban menerima bola dengan punggung menghadap tekanan.

Namun penggunaan pola tersebut membutuhkan pemain lain yang bersedia menutup ruang ketika Trent Alexander-Arnold meninggalkan area kanan pertahanan. Salah satu gelandang harus bergeser, bek tengah perlu mampu melindungi area luas, sedangkan pemain sayap kanan harus memahami kapan melebar dan kapan menyerang ruang tengah.

Persoalannya, Mourinho tidak membangun tim hanya untuk mengakomodasi satu pemain karena Real Madrid mempunyai sejumlah figur ofensif yang juga membutuhkan kondisi tertentu agar maksimal. Kylian Mbappe, Vinicius Junior, Jude Bellingham, Federico Valverde, dan pemain kreatif lainnya membuat distribusi tanggung jawab menjadi semakin kompleks.

Dari perspektif tersebut, Dumfries bisa terlihat sebagai pilihan lebih sederhana karena ia dapat memberikan lebar, berlari ke ruang kosong, melakukan tekanan fisik, kemudian kembali menjaga area pertahanan. Trent Alexander-Arnold sebaliknya membutuhkan struktur lebih spesifik agar kualitas playmaking yang menjadi senjata utamanya dapat keluar sepenuhnya.

Trent Alexander-Arnold Belum Kehabisan Kesempatan

Situasi sekarang memang terlihat sulit, tetapi terlalu dini menyebut perjalanan Trent Alexander-Arnold di Real Madrid sudah mencapai jalan buntu karena musim masih panjang. Kompetisi di empat ajang dan kepadatan jadwal hampir pasti membuka lebih banyak kesempatan kepada seluruh pemain dalam skuad Mourinho.

Statistik keseluruhannya bersama Real Madrid juga menunjukkan ia belum sepenuhnya gagal meskipun kesulitan mempertahankan posisi reguler sejak tiba dari Liverpool pada 2025. Laporan terbaru mencatat Trent telah mengumpulkan 39 penampilan di berbagai kompetisi bersama Madrid dengan tujuh assist di tengah periode yang beberapa kali terganggu cedera.

Perubahan pelatih turut memperumit proses adaptasi karena Trent Alexander-Arnold kini bekerja di bawah pelatih ketiga sejak bergabung dengan Los Blancos. Xabi Alonso dan Alvaro Arbeloa telah pergi sebelum Mourinho mengambil kendali, sehingga setiap perubahan membawa tuntutan dan interpretasi posisi yang berbeda.

Bagi pemain dengan karakter unik seperti Trent, kontinuitas sistem sangat penting karena efektivitasnya berkaitan erat dengan struktur di sekitarnya dan bukan sekadar kemampuan individual. Pergantian gagasan permainan membuatnya harus terus mempelajari ulang kapan bergerak ke dalam, kapan melebar, dan bagaimana mempertahankan posisi.

Ujian berikutnya datang ketika Real Madrid bertandang menghadapi Elche pada Selasa, 15 September 2026, sebelum menghadapi Atletico Madrid di Metropolitano lima hari kemudian. Dua pertandingan itu bisa menjadi indikator seberapa besar kepercayaan Mourinho kepada Trent ketika jadwal pertandingan mulai semakin padat.

Pertandingan melawan Elche secara teoritis dapat memberikan ruang untuk melakukan rotasi setelah Madrid mengalahkan Rayo Vallecano 4-1 pada pekan kelima La Liga. Jika memperoleh kesempatan, Trent Alexander-Arnold membutuhkan pertandingan stabil untuk menunjukkan bahwa kreativitasnya dapat berjalan bersama tuntutan defensif yang diberikan Mourinho.

Persaingan dengan Dumfries juga tidak harus dipahami sebagai pertarungan yang hanya dapat menghasilkan satu pemenang karena keduanya menawarkan solusi berbeda. Mourinho dapat memilih profil pemain berdasarkan lawan, kebutuhan pertandingan, wilayah yang ingin dieksploitasi, serta kemampuan Madrid mengendalikan transisi pada laga tertentu.

Trent Alexander-Arnold akan lebih berharga ketika Real Madrid menghadapi lawan yang bertahan rendah dan membutuhkan distribusi cepat untuk membongkar blok pertahanan rapat. Dumfries kemungkinan lebih menarik ketika Madrid membutuhkan intensitas, duel fisik, lari tanpa bola, dan perlindungan lebih besar ketika menghadapi transisi.

Pada akhirnya, persoalan Trent Alexander-Arnold bukan apakah ia memiliki kualitas untuk bermain bagi Real Madrid karena rekam jejaknya sudah memberikan jawaban cukup jelas. Tantangan sebenarnya adalah apakah Mourinho dapat menemukan formula yang membuat kualitas terbaik pemain tersebut relevan terhadap kebutuhan timnya saat ini.

Jika formula itu ditemukan, Trent masih mempunyai kemampuan mengubah narasi musim hanya melalui beberapa pertandingan karena umpan panjang dan kreativitasnya merupakan kualitas langka. Namun jika Dumfries terus menjadi pilihan utama sementara pintu lini tengah ditutup, masa depannya di starting eleven akan semakin sulit.

Real Madrid pernah menyaksikan banyak pemain berkualitas menghadapi tekanan, kritik, bahkan sorakan negatif sebelum akhirnya menemukan posisi dan momentum terbaik mereka. Karena itu, periode ini seharusnya dilihat sebagai ujian terbesar Trent Alexander-Arnold sejak meninggalkan lingkungan Liverpool yang selama bertahun-tahun dibangun mengelilingi kekuatannya.

Perbedaannya sekarang sangat jelas karena di Liverpool sistem membantu Trent Alexander-Arnold menjadi playmaker dari sisi kanan, sedangkan di Madrid ia harus membuktikan dirinya dapat menyesuaikan permainan dengan sistem. Jawaban atas pertanyaan tersebut akan menentukan apakah ia kembali menjadi kreator elite atau justru semakin tersisih di Bernabeu.

Preview Tottenham vs Aston Villa

Preview Tottenham vs Aston Villa: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

17 Sep 2026
Preview Brentford vs Chelsea

Preview Brentford vs Chelsea: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

17 Sep 2026
Preview AS Roma vs Inter Milan

Preview AS Roma vs Inter Milan: Prediksi Susunan Pemain, Head to Head, dan Jadwal Pertandingan

17 Sep 2026
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Responsible Gambling
© 2026 Bonanza88. ▲

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.